SIDOLUHUR.Tim perumus BUMDes desa Sidoluhur terdiri dari Pemdes,unsur LKD ,tokoh Masyarakat dan PKK dipimpin Sekdes Fajar Nugroho,S.P menyelenggarakan Kunjungan kerja di BUMDes AMARTA Desa Pendowohajo Kabupaten Sleman dalam rangka studi banding tentang program dan kiat berdirinya BUMDes sebagai referensi terbentuknya BUMDes di desa Sidoluhur.Dalam kegiatan study banding Tim Perumus BUMDes Sidoluhur disambut baik Derektur BUMDes Agus Setyanta.

Kunjungan kali ini Tim Perumus dari desa Sidoluhur melihat secara langsung Proses pengolahan sampah yang selama ini mungkin kerap dipandang sebelah mata. Selain dianggap menjijikkan dan tidak berguna, sampah juga kerap dinilai sebagai sumber penyakit berbahaya. Namun di mata warga Desa Pendowoharjo Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman, sampah merupakan berkah. Melalui sampah itulah mereka mampu mendapatkan pundi-pundi rupiah yang tak sedikit jumlahnya. “Sampah yang terkumpul dibedakan dalam dua jenis. Sampah an-organik seperti plastik, kertas dan besi kita pisah kemudian kita jual kiloan. Sementara sampah organik seperti bekas log jamur, sisa sayuran, hingga kotoran ternak kita olah menjadi pupuk organik untuk kemudian kita jual,disamping itu ada bentuk usaha lain termasuk jenis usaha Toko Desa” ujar Direktur BUMDes Amarta, Agus Setyanta.(27/01/2018)

Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) harus mencakup dua aspek ,yaitu aspek regulasi dan aspek penguatan kelembagaan. Kedua aspek ini tidak bisa berdiri sendiri harus saling terkait dan mendukung, sehingga mampu membentuk sinergi dalam pengembangan usaha mikro.Dalam aspek regulasi, berdasarkan studi kasus dan pengalaman selama ini masih terbatasnya layanan kerangka hukum keuangan mikro, kurang memadainya peraturan pengawasan, serta masih diterapkannya bentuk kredit bersubsidi dengan target sasaran tertentu, tanpa mendesain system tabungan sebagai investasi masyarakat.

 Adapun aspek kelembagaan secara ekonomi di tingkat pedesaan belum tersentuhnya kelembagaan yang memungkinkan masyarakat turut serta berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengelolaannya. Oleh karena itu instrumen yang dibutuhkan dengan menghadirkan pembentukan Badan Usaha yang dapat mengayomi kesempatan berusaha bagi masyarakat yakni melalui BUMDes.Pemerintah telah berkomitmen dengan mengadopsi resolusi PBB tentang The International Year of Mikrocredit 2005, menyebabkan sangat diperlukannya kebijakan nasional bagi keuangan mikro untuk mengatasi keterbatasan perbankan melalui penciptaan lingkungan yang memungkinkan LKM yang sudah ada saat ini untuk memperluas pelayanan mereka serta mendukung terbentuknya berbagai LKM untuk mengisi pelayanan permodalan mikro terutama di wilayah perdesaan, dan BUMDes diharapkan dapat menjawab keberadaan LKM dimaksud.

Dalam kunjungan ini dilanjutkan ke koperasi Gemah Ripah pasar Gamping , Tim Perumus mendengarkan secara langsung penjelasan tentang peluang,managemen dan omzet  yang di dapat dari jenis usaha koperasi dan kebetulan Bpk Bambang diantaranya sebagai Pengurus Koperasi Gemah Ripah.Dari hasil kunjungan ini diharapkan Tim Perumus BUMDes desa Sidoluhur semakin mantab dan yakin sehingga impian mendirikan BUMDes bisa terwujud dalam waktu dekat untuk dengan harapan sejahterakan masyarakat desa sidoluhur.(06/02/2018)

 Tag berita : ekonomi
Penulis :

Hari Priyanto

Babinsa Desa Sidoluhur

KOMENTAR