Rencana pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen segera direalisasikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai menyosialisasikan proyek tersebut kepada camat dan kepala desa yang wilayahnya terdampak.

Berdasarkan data Pemkab Sleman, setidaknya ada 20 desa yang terdampak pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen. Masing-masing Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan; Desa Selomartani, Tamanmartani, Tirtomartani, dan Purwomartani, Kecamatan Kalasan; Desa Maguwoharjo, Caturtunggal, dan Condongcatur, Kecamatan Depok; Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik; Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping; Desa Sinduadi, Tlogoadi, dan Tirtoadi, Kecamatan Mlati; Desa Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberrejo,Kecamatan Tempel; serta Desa Margokaton, Margodadi, dan Margomulyo, Kecamatan Seyegan.

Kepala Dinas Pertahanan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan, sosialiasi ini penting, terutama menyangkut lokasi yang akan dilalui jalan tol dan bagaimana jalan tol itu nantinya akan dibangun. Diharapkan para camat dan kades mengetahui daerah mana saja di wilayahnya yang terdampak pembangunan jalan tol. (Baca juga: Exit Tol Yogya-Solo Tak Boleh Rusak Situs Bersejarah)

"Karena itu, dalam sosialiasi ini, tim persiapan pembangunan tol kami hadirkan. Tim itu akan berdiskusi dengan para kades dan camat soal jalur tol nanti," kata Krido di sela sosialsiasi di aula lantai III Pemkab Sleman, Senin (18/11/2019).

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, sosialiasi bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pembangunan jalan tol. Wabup meminta kepada para camat dan kades yang wilayahnya dilalui jalur tol untuk menyampaikan hasil sosialisasi kepada warga. Sehingga warga bukan hanya paham tapi juga mendukung pembangunan jalan tol tersebut.

"Kami harapkan dengan langkah ini pembangunan jalan tol dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan," katanya.

---------------------------
referensi : https://jateng.sindonews.com/read/11333/1/jalan-tol-soloyogyabawen-akan-melintasi-20-desa-di-sleman-1574071869

KOMENTAR