Pergelaran Ketoprak Luhur Budoyo dalam rangka Hadeging Sidoluhur ke-75

Share :

Dalam rangka Hadeging Kalurahan Sidoluhur ke-75, Pemerintah Kalurahan Sidoluhur mengadakan Pergelaran Ketoprak Luhur Budaya dengan lakon "Dumadine Kraton Boko". Pagelaran ini telah dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 11 Desember 2021 di Balai Kalurahan Sidoluhur. Para pemeran dalam pergelaran ini diantaranya adalah para Pamong Kalurahan Sidoluhur ditambah dengan kader, dan penggiat seni kalurahan Sidoluhur.

Selain karena momentum Hadeging Kalurahan, pergelaran ini dilatarbelakangi kemauan kuat warga Sidoluhur untuk "nguri-nguri kabudayan jawi" yang salah satunya ada seni ketoprak. Hal ini diperkuat dengan keberhasilan Sidoluhur saat mengikuti Lomba Kalurahan Budaya pada tanggal 15 Bulan Juni 2021. Keberhasilan yang dimaksud adalah dengan meningkatkan status Kalurahan Rintisan Budaya menjadi Kalurahan Tumbuh Budaya. Tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Sidoluhur.

Semangat warga Sidoluhur kembali membara setelah mendapat Anugerah Kebudayaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2021 ini. Anugerah ini diperoleh pada kategori pelestari Cagar Budaya "Balai Kalurahan Sidoluhur". Lurah Sidoluhur, Hernawan Zudanto, SE. dalam sambutannya pada pergelaran ketoprak ini mengatakan bahwa Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyerahkan langsung hadiah Anugerah Kebudayaan tersebut kepada Lurah Sidoluhur pada hari Kamis tanggal 18 November 2021 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Baca juga : Sidoluhur mendapat Anugerah Kebudayaan Gubernur DIY Tahun 2021

Dalam pergelaran ketoprak di atas, hadir pula Bupati Sleman, Dra. H. Kustini Sri Purnomo, beserta rombongan diantaranya HY. Aji Wulantara, SH, M.Hum dan Drs. Budiharjo, M.Si. Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Sidoluhur dan seluruh pemeran ketoprak, yang telah menyelenggarakan pergelaran ketoprak ini. Bupati memandang, dengan komposisi sebagian besar pemain masih muda dan pemula, tentunya ada hal yang spesial dalam pementasan ini. Ya, bukan karena kesempurnaan adegan, tapi kemauan kuat para pemeran dan warga Sidoluhur dalam merintis peninggalan budaya para leluhur.
Hal senada juga disampaikan Panewu Godean, Ikhsan Waluyo, S.Sos, MAP. dalam sambutannya. Panewu berharap kegiatan-kegiatan budaya lain juga dilestarikan agar warga sidoluhur bangga memiliki kekayaan Budaya Jawa.

Tampak dalam deretan kursi tamu kehormatan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY yakni H. Sofyan Setyo Darmawan, ST., M.Eng., dan H. Koeswanto, S.I.P. Berkenan hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Muh. Zuhdan, S.Pd.

Acara pergelaran ketoprak di atas, dilengkapi dengan rangkaian acara pendukung yakni penyampaian bantuan kepada anak yatim piatu, bantuan operasional PAUD dan bantuan operasional kepada ustaz/ustazah TPA. Bantuan ini diserahkan oleh anggota DPRD dan Panewu Godean. Tak lupa, acara spesial lainnya adalah penampilan Paduan Suara "Luhur Padmasari" menyanyikan lagu Himne Sidoluhur dan Prau Layar.

Para pemeran pemula

Sebagai informasi, para pemeran dalam pergelaran ketoprak di atas antara lain :

Dari komposisi pemeran di atas, sebagian besar diantaranya adalah pemain pemula. Hal lain yang menarik, latihan sebelum pementasan hanya dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Seluruh keterbatasan tersebut ternyata tidaklah mereduksi alur cerita. Meski tak sempurna, tapi penampilan yang disuguhkan pun cukup mempesona para penonton. Tiada lain ini adalah anugerah dari Alloh SWT kepada Sidoluhur yang harus kita syukuri.

Setelah pementasan berakhir, para pemeran merasa ketagihan dan ingin melakukan latihan kembali. Keinginan yang sama untuk melestarikan budaya, ditambah hangatnya interaksi kebersamaan dalam tim, menjadi spirit yang istimewa. Harapan kita, ditahun-tahun mendatang akan ada kembali pementasan dengan lakon yang lain. Salah satu lakon yang sedang diproses adalah Hadeging Kalurahan Sidoluhur yang dimulai dengan penyatuan Kalurahan yakni Berjo, Tebon dan Krajan. Semoga diberkahi dan dilancarkan oleh Alloh SWT. Amin.